Joao Felix Mendarat di Spanyol, Apakah La Liga Spanyol Jadi Tujuannya?

Joao Felix Mendarat di Spanyol, Apakah La Liga Spanyol Jadi Tujuannya?

Isu yang membuat masa depan Joao Felix nampaknya sudah menemui jalan temu. Winger Benfica itu diketahui berada di kota Madrid untuk menyelesaikan misi transfernya.

Pada musim lalu, Joao tampil begitu apik bersama Benfica. Di musim pertamanya, ia sukses mencetak 19 gol di tim utama Las Aguilas di semua kompetisi yang Ia lakukan.

Pemuda berusia 19 tahun itu mulai dilirik banyak klub elit eropa. Joao Felix juga menjadi rebutan tim-tim papan atas dunia, terutama Real Madrid dan Atletico Madrid disebut menjadi tim yang paling berpeluang mendapatkan tanda tangan kontraknya.

Dikutip dari El Chiringuito, Proses transfer Felix akan segera berakhir. Ia diberitakan akan segera menuntaskan kepindahannya ke Atletico Madrid di musim panas ini tepatnya pada akhir bursa transfer.

Atletico Madrid memang tengah mengidolakan sosok winger baru. Atletico mencari pengganti Antoine Griezmann yang mengumumkan akan meninggalkan klub di musim panas ini yang di yakini akan benar terjadi.

Pemudia 19 tahun ini  sebagai kandidat yang tepat untuk lini serang Los Rojiblancos. Atletico percaya bahwa sang Joao Felix akan menjadi andalan baru di lini serang mereka musim depan bersama pasukan Dieo Simione.

Karena hal itu Atletico diberitakan sudah mengupayakan agar transfer ini segera selesai tepat waktu. Akhirnya, Joao bersama sang agen, Jorge Mendes diketahui sudah berada di kota Madrid untuk menuntaskan transfer ini.secara langsung.

Klausul Pembelian

Menurut data yang di dapat, Atletico Madrid berhasil mengamankan Joao dari Benfica dengan menebus klausul rilis sang winger tersebut.

Joao diberitakan memiliki klausul rilis sebesar 120 juta Euro. Namun Los Rojiblancos tidak gentar menebus harga itu karena mereka mengetahui bahwa Joao akan menjadi andalan di lini serang mereka musim depan bersama Los Rojiblancos.

Joao sendiri diketahui akan dikontrak selama lima tahun di Atletico Madrid dan mendapatkan kenaikan gaji perminggu yang signifikan diukur dari gajinya saat masih di benfica.

Sumber : https://bet789inc.com, Situs Judi Online Terbaik Indonesia.

Ada Syarat Divock Origi Agar Menekan Kontrak Baru Di Liverpool

Ada Syarat Divock Origi Agar Menekan Kontrak Baru Di Liverpool

Berita yang beredar tentang rencan Liverpool untuk mempertahankan Divock Origi menemui jalan yang terjal dan tidak mudah di selesaikan. Sang striker diberitakan menolak perjanjian perpanjangan kontraknya di Anfield baru-baru ini.

Origi yang sempat menjadi terdakwa di Liverpool bertransformasi dengan cepatnya menjadi pahlawan The Reds di akhir musim kemarin. Striker asal Belgia itu menjadi pembeda di laga-laga penting seperti saat melawan Barcelona di semifinal Liga Champions dan di partai final melawan Tottenham dengan gol-gol krusialnya. Origi terbilang pemain berusia 24 tahun yang mampu membuat banyak catatan yang sangat membantu Liverpool.

Manajemen Liverpool yang sebelumnya berencana menjual Origi akhirnya mengurungkan niat mereka karena melihat kembali prestasi yang berhasil di raihnya. Mereka diberitakan menawarkan kontrak baru untuk sang striker sebagai bentuk apresiasi atas kinerja bagusnya.

Namun laporan Mirror mengklaim bahwa proses negosiasi kontrak baru ini tidak berjalan dengan lancar. Dan sepertinya Liverpool harus menerima pasalnya Origi harus menolak draft perjanjian perpanjangan kontraknya baru-baru ini.

Origi diberitakan mempunyai keinginan akan bertahan di Liverpool. Namun ia dikabarkan meminta garansi bahwa ia akan terlibat lebih sering di skuat The Reds musim depan. Itu bisa dinilai sebagai syarat untuk Liverpool jika memang benar-benar membutuhkan Origi menekan kontraknya.

Tuntutan Origi ini memang masuk akal. Pasalnya musim lalu ia total hanya bermain 22 kali, di mana sebagian besar ia lalui melalui bangku cadangan. Untuk itu ia menginginkan jam bermain lebih untuk musim depan. Namun negosiasi ini di fikirkan kembali oleh Liverpool baik-baik.

Namun pihak Liverpool dikabarkan hanya berani menjanjikannya sebagai striker nomor 2 The Reds pada musim depan, menggantikan peran Daniel Sturridge. Namun sang striker merasa tawaran itu tidak cukup bagus dan tidak sesuai dengan keinginannya, karena ia ingin jam bermain yang lebih banyak lagi musim depan. Ia sudah memampukan kemampuannya untuk membela Liverpool.

Tidak Akan Dijual

Meski menerima penolakan, pihak Liverpool tidak menyerah. Mereka disebut akan mencoba memformulasikan kontrak yang sama-sama mampu memuaskan kedua belah pihak.

Namun situasi Liverpool saat ini tidak ideal. Pasalnya kontrak Origi akan berakhir di tahun 2020, sehingga jika mereka gagal meyakinkannya bertahan, maka sang striker akan pergi dengan gratisan tahun depan. Butuh waktu dan gerak yang cepat akan persoalan yang satu ini.

Dan ternyata The Reds diberitakan siap ambil resiko dengan hal tersebut. Mereka tidak akan menjual Origi di musim panas ini karena mereka yakin mampu meyakinkan Origi untuk bertahan di Anfield. Tapi Liverpool juga tidak bisa terlalu percaya diri, yang terpenting adalah bukti kerja seperti sesuai yang di janjikan.

Pemain Muda Moise Kean Tidak Diizinkan Pergi Oleh Pelatih Baru Maurizio Sarri

Pemain Muda Moise Kean Tidak Diizinkan Pergi Oleh Pelatih Baru Maurizio Sarri

Pelatih baru Juventus, yang baru saja di resmikan Maurizio Sarri, diberitakan sudah mengambil keputusan terkait nasib masa depan pemain muda berusia 19 tahun, Moise Kean, dengan kemampuannya sebagai striker yang masih muda ini diberitakan akan masuk dalam rencananya pelatih baru Maurizio Sarri, untuk musim kompetisi yang akan datang.

Kean merupakan salah satu pemain muda Juventus yang cukup sering bermain di tim utama Si Nyonya Tua musim lalu. Ia mampu memberikan tercatatan bermain sebanyak 13 kali di Serie A musim lalu, di mana ia mampu mengemas dengan memperoleh 6 gol dan 1 assist bagi Bianconeri.

Namun sejak musim lalu, ada beberapa rumor diberitakan terkait masa depan striker berusia 19 tahun itu yang sudah bertolak belakang dari rencanakan Sarri. Ia disebut akan pergi dari Turin melihat memang masa perjanjian kerjanya, (kontraknya) akan habis pada tahun 2020 yang akan datang tepatnya tahun depan.

Namun menurut laporan yang tertulis dari Calciomercato menyebut bahwa Kean tidak diijinkan pergi oleh Sarri. Karena ini tidak masuk dalam daftar perencanaan Pelatih 61 tahun itu, namun ia mempunyai perencanaan untuk menggunakan sang striker dalam timnya musim depan.

Sarri diberitakan sangat menyukai gaya bermain Kean. Ia menilai Kean cocok dengan skema permainannya karena ia memiliki fisik yang kuat dan juga penyelesaian akhir yang baik. Secara pelatih 61 tahun ini memang hobby mengkoleksi pemain muda yang masih punya performa yang lincah.

Kean sendiri diyakini tidak akan menjadi striker utama Juventus pada musim depan. Pasalnya posisi ini sudah di rencanakan dan diarahkan untuk Gonzalo Higuain yang dikenal sebagai anak emas Sarri.

Namun Sarri diberitakan siap memberikan kesempatan lebih bagi Kean jika ia bisa tampil lebih baik daripada Higuain dan menunjukkan untuk berlomba memberikan yang terbaik di musim depan. Untuk itu rencana dan harapan Sarri pada sang striker untuk bertahan di Turin.

Tawari Kontrak Baru

Menurut laporan yang sama, pihak Juventus memang tengah mengupayakan untuk memperpanjang kontrak Kean di Turin. Ketika masa perjanjian kerjanya ia berkarir di Juventus akan habis.

Mereka diberitakan sudah menghubungi agen Kean, Mino Raiola. Mereka berharap kontrak baru Kean ini bisa segera terwujud sebelum perjalanan musim panas mereka nanti terlaksana,

Namun sejauh ini belum ada kabar lanjut dan belum ada perkembangan berarti dalam kontrak Kean, di mana sang striker sempat di beritakan ingin bicara empat mata terlebih dahulu dengan Sarri sebelum memutuskan pergi atau bertahan. Kita tunggu saja ya kabar selanjutnya bagaimana.

Sumber : https://bet789casino.com, Website Poker Online Indonesia.

John Barnes Meminta Untuk Livepool Berlapang Dada, Soal Pindahnya Dejan Lovren Ke Italia

John Barnes Meminta Untuk Livepool Berlapang Dada, Soal Pindahnya Dejan Lovren Ke Italia

Legenda Liverpool, John Barnes yang sudah berusia 55 tahun memberikan komentar atau pendapatnya tentang terkait masa depan pemain berusia 29 tahun, Dejan Lovren. Barnes menyebutkan bahwa The Reds sebaiknya mengikhlaskan sang bek, Liverpool di minta Barnes untuk terima Lovren berpindah klub di musim panas ini.

Lovren sendiri sudah mempunyai catatan lamanya yaitu lima tahun mengabdi di Anfield. Ia didatangkan dari Southampton di tahun 2014 lima tahun yang lalu tepatnya, di mana ia sudah berhasil mempunyai modal dengan mengemas 170 penampilan bagi The Reds di semua kompetisi.

Namun tahun lalu, harus menjadi kenyataan yang di terima Lovren karena posisi Lovren di tim utama Liverpool mulai tergusur. Ia kalah bersaing dengan Virgil van Dijk dan juga Joel Matip yang selalu dipercaya menjadi kombinasi bek tengah The Reds musim lalu. Dan ia mampu buktikan saat bersaing dengan pemain 29 tahun ini.

Dan pada musim panas kali ini, berhembus kabar bahwa Lovren akan pindah ke Italia. Sang bek saat ini dikatakan sedang dirayu oleh AC Milan, untuk pindah ke San Siro di musim panas ini. Usaha keras yang dilakukan klub AC Milan ini sepertinya berhasil karena apa yang di ungkapkan Barnes sudah lumayan jelas.

Barnes meyakini dan menjelaskan bahwa Liverpool sebaiknya mengikhlaskan kepergian Lovren di musim panas ini. “Saya rasa mereka [Liverpool] harus melepaskannya,” buka Barnes kepada The Sport Review.

“Dengan kembalinya Joe Gomez, peluang bermainnya akan semakin sedikit. Namun jika Lovren ingin bertahan dan menerima fakta bahwa ia bukan pilihan utama lagi, maka dia bisa bertahan di sana.” ujarnya.

“Saya sendiri lebih suka jika ia bertahan di Liverpool. Karena ketika pemain lainnya mengalami cedera, dia bisa menggantikan posisi tersebut dan ia biasanya bermain dengan baik pula.” memang di kenal Lovren adalah pemain yang bisa menguasai berbagai posisi.

Berlapang Dada Atas Kepergiannya

Sekali lagi Barnes meyakini bahwa Lovren pasti ingin bermain reguler di usianya yang sudah menginjak 29 tahun. Dengan posisi yang di tawarkan oleh AC Milan ini akan membuatnya berada diposisi lebih baik. Untuk itu sebaiknya Liverpool harus berlapang dada menerimanya untuk pergi.

“Untuk pemain di usianya, saya merasa ia selalu ingin bermain reguler di tim utama. Jadi jika ia memutuskan untuk pergi, maka saya akan menghormati keputusannya tersebut.”

“Saya yakin pindah dari Liverpool baik untuknya karena ia meninggalkan zona nyamannya. Saya juga percaya ini waktu yang tepat baginya untuk beranjak jika ia benar-benar memutuskan untuk pergi.” tandasnya.

Juventus Belum Mengibarkan Bendera Putihnya, Untuk Mendapatkan Pemain Muda Matthijs De Ligt

Juventus Belum Mengibarkan Bendera Putihnya, Untuk Mendapatkan Pemain Muda Matthijs De Ligt

Klub Serie A, Juventus diberitakan belum mau menyerah dalam upaya mendatangkan pemain muda berusia 19 tahun, Matthijs De Ligt. Tim asal Turin itu diberitakan tengah mengupayakan segala cara agar transfer itu bisa terlaksana di bulan ini.

Seperti yang sudah banyak tahu, Juventus saat ini tengah membutuhkan tambahan tenaga di lini pertahanan mereka. Si Nyonya Tua sudah ditinggalkan dua bek andalan mereka, yaitu Medhi Benatia dan Andrea Barzagli sehingga mereka membutuhkan sosok bek tangguh untuk penggantinya. Dan Juventus sangat yakin Matthijs De Ligt sangat cocok dan di butuhkan tim.

Salah satu nama yang masih terus diberitakan akan menjadi target transfer Juventus adalah Matthijs De Ligt. Bek Timnas Belanda itu diklaim sempurna untuk Juventus setelah ia tampil spektakuler di lini pertahanan Ajax Amsterdam musim lalu. Ditambah point usianya yang masih sangat muda ini membuat Juventus juga semangat untuk mengarahkan pria muda ini.

Namun Juventus bukan satu-satunya peminat De Ligt. Mereka harus bersaing dengan nama-nama besar Eropa seperti Barcelona, Manchester United dan PSG yang diberitakan juga bernafsu mendatangkan sang bek.

De Ligt sendiri baru-baru ini menegaskan bahwa ia belum mengambil keputusan terkait masa depannya. Ia ingin berlibur terlebih dahulu untuk menjernihkan pikirannya sebelum mengambil keputusan klub mana yang akan ia bela musim depan. Namun tetap saja nama-nama klub yang mau mendatangkan sang bek tidak surut dan menyerah.

Namun beberapa hari terakhir berita yang muncul, De Ligt dikabarkan lebih condong merapat ke PSG. Ibu dan kekasihnya diberitakan tengah berada di Prancis untuk berburu rumah yang akan ia tinggali musim depan.

Namun dilansir Tuttosport, Juventus masih belum mau mengibarkan bendera putih dan tetap percaya diri dan yakin dengan usaha mereka diberitakan akan mencoba untuk membajak transfer sang bek dalam waktu dekat.

Jalur Belakang

Laporan itu mengklaim bahwa Juventus akan mengambil ‘jalur belakang’ atau beli bangku untuk mendapatkan De Ligt, di mana mereka akan menghubungi agen sang bek, Mino Raiola.

Juventus semakin optimis karena dikenal dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan sang agen. Untuk itu mereka akan mencoba mengambil hatinya Raiola untuk membawa De Ligt ke Turin musim depan.

Juventus diberitakan sudah mengagendakan pertemuan dengan Raiola minggu ini, di mana mereka berharap bisa mendapatkan hasil yang positif pada pertemuan dengan sang agen. Walaupun mereka mengambil jalur belakang semoga hasilnya tidak mengecewakan.

Sumber : https://bet789club.com, Website Agen Bola Terbaik Indonesia.

Romelu Lukaku Pemain Dengan Bayaran Mahal, MU Enggan Memberikan Negosiasi Harga

Romelu Lukaku Pemain Dengan Bayaran Mahal, MU Enggan Memberikan Negosiasi Harga

Ada kabar buruk yang harus datang dan di terima bagi Inter Milan. Ini soal target transfer mereka, pria berusia 26 tahun ini, Romelu Lukaku yang hanya akan di lepas oleh Manchester United, jika mereka membayar penuh dan tidak ada negosiasi untuk sang striker.

Masa depan Lukaku di Old Trafford memang tengah berada dalam tanda tanya besar. Pasalnya semenjak Ole Gunnar Solskjaer datang, penyerang Timnas Belgia itu hanya menjadi penghangat bangku cadangan Setan Merah. Dan kabarnya Lukaku sedang bimbang dan mungkin juga itu adalah posisi yang tidak ia harapkan.

Lukaku sendiri saat ini tengah dikaitkan dengan klub Serie A, Inter Milan. Pelatih baru Inter, Antonio Conte dikatakan sangat tertarik untuk mendatangkan sang striker ke Giuseppe Meazza pada musim depan.

Dilansir The Daily Mail, Inter katanya akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan Lukaku. Pasalnya Manchester United tidak berkenan memberikan potongan harga atau negosiasi untuk transfer sang striker. Ia meminta full sesuai harga awal yang sudah di berikan.

Jelas mengapa MU mau Lukaku di bayarkan penuh karena dua tahun lalu, United menebus Lukaku dengan bayaran yang mahal dari Everton. Mereka mendatangkan Lukaku dari Goodison Park dengan bayaran 75 juta pounds.

Untuk itu di bursa transfer kali ini, United tidak mau rugi. Mereka disebut mematok Lukaku di angka 80 juta pounds, di mana mereka juga ingin menikmati hasil penjualan sang striker.

Dan ini menjadi kabar mengkhawatirkan untuk Inter Milan sendiri karena kesulitan untuk menebus harga ini, karena keuangan mereka yang belum stabil dari FFP. Untuk itu mereka tengah mencari opsi lain untuk menebus sang striker. Mungkin saja mencari daftar pemain lainnya.

Tukar Tambah

Mengingat Inter tidak sanggup membayar 80 juta pounds, manajemen Nerrazurri ternyata menawarkan opsi lain yaitu untuk melakukan tukar tambah dengan United.

Ada beberapa pemain yang disebut siap ditawarkan kepada Manchester United. Pemain tersebut adalah Ivan Perisic usia 30 tahun dan Mauro Icardi usia 26 tahun yang diberitakan tidak masuk dalam rencana Conte musim depan.

United sendiri diberitakan cukup membuka diri untuk opsi ini dan bisa di pertimbangkan kembali. Namun mereka mempunyai permintaan pemain yang ditawarkan ke Old Trafford adalah Milan Skriniar pria berusia 24 tahun, yang notabene bek utama Nerrazurri dalam dua musim terakhir.

Bek Timnas Inggris Kieran Trippier Menjadi Sasaran Transfer Juventus, Benarkah?

Bek Timnas Inggris Kieran Trippier Menjadi Sasaran Transfer Juventus, Benarkah?

Berita yang sedang heboh di bicarakan yaitu pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri yang di kabarkan mulai bergerak untuk mencari amunisi baru untuk timnya. Sarri sudah memerintahkan manajemen Juventus untuk mendatangkan pemain berusia 28 tahun ini, Kieran Trippier dari Tottenham Hotspur.

Kemarin hari minggu tanggal 16 juni 2019, Juventus resmi memperkenalkan manajer baru mereka. Mereka mengontrak mantan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri dengan perjanjian kontrak tiga tahun lamanya ia membuktikan tim Juventus untuk lebih maju.

Sarri sendiri diberitakan bergerak cepat untuk mempersiapkan Juventus untuk sesi pra musim mereka. Sarri sudah membuat perencanaan untuk menyodorkan beberapa nama yang ia nilai bakal cocok untuk menerapkan taktiknya di Turin musim depan tentunya menyukseskan kemajuan Juventus.

Dilansir dari The Times, salah satu posisi yang ingin didatangkan Sarri adalah bek kanan. Ia mengatakan ingin merekrut Kieran Trippier yang saat ini masih membela dan menjalani kontraknya di Tottenham Hotspur.

Sarri mengambil langkah ini karena ia dikabarkan tidak puas dengan kualitas bek kanan yang dimiliki oleh Juventus saat ini, terutama pada sosok Joao Cancelo. Ketika pelatih baru masuk tentu saja akan ada beberapa pemain di keluarkan dan diganti dengan yang lebih baik.

Bek asal Portugal itu baru satu musim bermain untuk Juventus. Namun Sarri menilai sang bek tidak cocok dengan skema permainannya musim depan. Untuk itu ia ingin digantikan dengan Kieran Trippier.

Sepertinya Sarri membuat rencanan untuk memilih mendatangkan bek kanan baru, semakin mantap. Di mana ia menilai Kieran Trippier bakal cocok dengan skema permainannya musim depan.

Upah Yang Mahal

Laporan itu mengklaim bahwa Juventus cukup mempunyai peluang besar untuk mendatangkan Trippier musim depan. Pasalnya Mauricio Pochettino disebut sudah tidak membutuhkan Trippier di dalam timnya. Untuk Itu ketika Juventus ingin mengambilnya bukan menjadi hal yang berat untuk Tottenham.

Namun saat ini Trippier sendiri masih menyisakan tiga tahun dalam masa perjanjiannya yaitu kontraknya di Tottenham. Untuk itu Juventus harus siap membayar agak mahal untuk sang bek. Dan juga sabar menunggu kontrak tiga tahun habis.

Manurut berita yang beredar Trippier mendapat upah atau bayaran yang bisa didapatkan dengan bayaran 30 juta pounds pada bursa transfer musim panas ini.

Setelah Selesai Magang Frank Lampard Di Derby County, Kabarnya Ia Akan Pindah Ke Chelsea

Setelah Selesai Magang Frank Lampard Di Derby County, Kabarnya Ia Akan Pindah Ke Chelsea

Setelah satu musim berhasil dilalui oleh pria berusia 40 tahun, Frank Lampard bersama Derby County. Dan satu musim tersebut dianggap sebagai masa magang oleh Paul Merson. Dan, saat ini sudah waktunya untuk Frank Lampard kembali ke klub asal London, Chelsea.

Frank Lampard memulai karir sebagai manajer tim senior bersama Derby County pada musim 2018/19 lalu. Pria yang mempunyai 2orang anak ini, menjalankan tugas dengan cukup baik dengan membuktikan sampai membawa Derby ke final play-off Divisi Championship.

Meskipun gagal meraih jatah promosi ke Premier League, namun musim pertama Frank Lampard dianggap sukses. Namanya pun langsung dikaitkan dengan posisi manajer Chelsea yang saat ini mempunyai ruang kosong pasca mundurnya Maurizio Sarri dari The Blues.

“Frank Lampard hanya melakukan semacam magang di Derby County. Mereka telah menjalaninya dengan bagus dengan masuk ke final play-off Championship,” ucap Paul Merson dikutip dari Sky Sports.

Dengan situasi yang saat ini sedang dialami oleh Chelsea, hukuman larangan membeli pemain baru, Paul Merson menyarankan jika Frank Lampard sajalah yang menjadi solusi terbaik. Klub bisa bekerja dengan tekanan lebih rendah dan memaksimalkan pemain muda di klub untuk semakin mengasa menunjukkan performa yang tidak kalahnya dengan para pemain seniornya.

“Ini tidak seperti ketika Anda membawa manajer dengan dana transfer 70, 80 atau 90 juta pounds dan tekanan untuk membawa pemain baru. Fans akan bersabar dengan Frank Lampard karena dia adalah legenda,” sambungnya.

Akrab Dengan Pemain Muda

Keputusan Maurizio Sarri untuk mundur juga diikuti oleh beberapa orang dalam tim kepelatihan yang ada. Salah satu yang dalam waktu dekat ini akan mundur adalah sang asisten yakni Gianfranco Zola. Pria asal Italia akan segera angkat kaki dari Stamford Bridge.

Dan sebagai gantinya, Frank Lampard lah yang akan mendapatkan kesempatan dengan harapan bisa membangun dan mengarahkan peraturan baru di Chelsea. Dia mendapat kebebasan untuk memilih siapa yang akan jadi asisten dan tangan kanannya di jajaran tim pelatih.

Satu nama yang diyakini akan mengisi kabinet kepelatihan Frank Lampard adalah Jody Moris. Dia adalah pelatih Academy Chelsea pada tahun 2014 hingga 2018. Saat Frank Lampard menjadi manajer Derby, dia juga ditunjuk sebagai asisten.

“Mereka sudah tahu siapa saja anak muda yang akan datang. Ada lebih banyak pemain muda di Chelsea dan itu akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk membawa banyak pemain muda,” tegas Paul Merson.

Frank Lampard dan Jody Moris, selama bekerja di Derby County pada musim 2018/19, meminjam beberapa pemain muda yang Chelsea punya yaitu Mason Mount usia 20 tahun dan Fikayo Tomori usia 21 tahun dan ini sebagai contoh saja. Namun tidak ada yang menyangka mereka mampu menampilkan dengan bagus dan menjadi pilar Derby County.

Chris Smalling Sudah Menjadi Senior, Tidak Berat Hati Mengajari Para Pemain Muda Manchester United!

Chris Smalling Sudah Menjadi Senior, Tidak Berat Hati Mengajari Para Pemain Muda Manchester United!

Pria berusia 29 tahun, Chris Smalling yakin dan percaya diri ia merasa punya peran penting dalam membantu perkembangan pemain-pemain muda Manchester United. Dia yakin MU terbukti memang sudah punya banyak pemain muda yang potensial, dan kini mereka harus menemukan cara dan juga kesadaran untuk semakin di asa semangatnya, dan pandai mengelola para pejuang muda.

Dengan campur tangan pemimpin Ole Gunnar Solskjaer, pemain-pemain muda punya kesempatan lebih besar. Beberapa nama-nama seperti Tahith Chong, James Garner, serta Mason Greenwood sudah menjalani debut senior mereka.

Pada tanggal 1 Juli bulan depan awal bulan ini, MU bakal memulai pramusim mereka dengan mengunjungi Australia, Singapura, Shanghai, lalu kembali ke Inggris. Solskjaer dipercaya untuk sekali lagi dalam memberikan kesempatan pada pemain-pemain muda yang mungkin jadi bagian tim senior di musim 2019/20 nanti.

Sebagai salah satu pemain senior, Smalling ingin membantu pemain-pemain muda tersebut dan turut mengambil perannya untuk para pemain muda yang ia yakini juga pasti bisa membawa nama MU semakin bercahaya. Dilansir dari laman resmi Manutd.com dia mengaku tak merasa keberatan, sebab dahulu juga pernah muda.

“Itu adalah bagian dari pekerjaan,” kata Smalling ketika ditanya apakah perannya sebagai senior termasuk membantu pemain-pemain akademi.

“Itu membuat anda mengingat lagi ketika anda masih muda dan merasa sedikit cemas karena nama pemain-pemain hebat.”

“Ini adalah kesempatan bagus bagi mereka dan anda ingin melihat serta membantu mereka. Saya yakin beberapa akan dibawa dalam tur pramusim dan sungguh ini waktu yang bagus bagi mereka untuk menyatu dengan kami, dan membuktikan kemampuan mereka, sambungnya.

“Ole jelas akan memberi mereka kesempatan sebab mereka sudah berlatih bersama kami cukup lama.”

Hidup Pemain Muda

Informasi yang lebih lagi yaitu, Smalling berharap pemain-pemain muda itu bisa kuat mendengar kritik media. Sebagai pemain Manchester United, Smalling paham betul bagaimana rasanya diserang kritik pedas dan menyakitkan yang suka membuat down. Namun dia berharap pemain-pemain muda mampu mengatasi itu dan tidak terlalu di bawa perasaan ya.

“Tidak mudah, sebab media selalu merancang cerita. Namun, pada akhirnya ini adalah soal memastikan anda tetap berada dalam standar tinggi. Semua pemain bisa menjalani satu musim luar biasa, tetapi yang penting adalah konsistensi, ketika anda diuji untuk melihat anda yang terbaik dari yang terbaik,” imbuh Smalling

“Pada akhirnya, karier mereka masih panjang dan anda tidak mau mereka habis terlalu cepat atau diekspos terlalu awal. Keindahannya di sini adalah kami punya pelaih-pelaih terbaik untuk mengelola mereka sebaik mungkin seperti yang selalu dilakukan bertahun-tahun,” tutup pungkasnya.

Arturo Vidal Akan Berkemas Dari Barcelona, Sebab Ia Sudah Tidak Dibutuhkan

Arturo Vidal Akan Berkemas Dari Barcelona, Sebab Ia Sudah Tidak Dibutuhkan

Dilansir dari beberapa berita bahwa Barcelona bakal ditinggalkan salah satu pemainnya di posisi gelandang yakni Arturo Vidal. Apa alasannya? karena Arturo Vidal diyakini tidak akan terpakai lagi di skuad utama Barcelona pada musim 2019/20 yang akan datang.

Arturo Vidal pindah ke Barcelona dan mengawali musimnya pada 2018/19 lalu. Kedatangan pemain asal Chile berusia 32 tahun tersebut disambut dengan banyaknya keraguan yang datang dari kalangan fans Barcelona.

Namun, meskipun tidak tampil reguler setiap pekan, Arturo Vidal mampu jadi pemain penting bagi Barcelona. Pada ajang La Liga, Arturo Vidal ambil bagian pada 33 pertandingan [22 inti dan 11 pengganti]. Artinya, total dia hanya absen pada lima pertandingan saja.

Kemampuan Arturo Vidal yang bisa di katakan komplit sebagai gelandang juga membuat Barcelona punya fleksibilitas gaya bermain. Saat harus bermain dengan pressing tinggi dan ‘bermain kotor’, maka Arturo Vidal adalah solusi bagi klub untuk bisa mencapai kemenangan.

Akan tetapi, seperti dikutip dari Mundo Deportivo, Arturo Vidal diberitakan akan pindah dari Barcelona pada musim depan. Pemain berusia 32 tahun merasa sudah tidak akan menjadi pemain penting lagi di Barcelona. Dan klub sudah tidak membutuhkan kemampuannya di tengah lapangan.

Kabarnya Barcelona telah mendatangkan gelandang Frenkie de Jong dari Ajax. Pemain muda berusia 21 tahun bakal membuat peluang Arturo Vidal untuk dimainkan sebagai pemain inti makin tipis. Karena itu, opsi pindah klub jadi keputusan eks pemain Bayern Munchen. Melihat sepertinya memang sudah tidak bisa banyak yang di harapkan.

Pindah ke Tiongkok

Sebagai pemain, petualangan Arturo Vidal di pentas sepak bola Eropa sudah hampir lengkap dan komplit. Dia pernah turut merasakan beberapa kompetisi papan atas Eropa dan meraih gelar juara dengan klub yang dibelanya. Ini menjadi sebut cerita untuknya.

Arturo Vidal dua kali bermain di Bundesliga, bersama Bayer Leverkusen dan Bayern Munchen. Tiga gelar juara Bundesliga pernah diraihnya saat bermain untuk Bayern Munchen. Dia juga meraih satu gelar DFB Pokal.

Saat bermain untuk Juventus di Serie A, Arturo Vidal turut merasakan empat kali scudetto. Pemain berusia 32 tahun ini juga berhasil meraih gelar juara La Liga pada musim 2018/19 lalu.

Dari menurut, informasi di atas pindahnya ke Premier League bisa jadi pilihan yang bagus untuk Arturo Vidal. Namun, ternyata ini bukanlah yang menjadi rencana Arturo Vidal. Diberitakan ia sedang menjalani negosiasi dengan salah satu klub asal Tiongkok.

Dan sampai saat ini, Arturo Vidal sendiri masih punya keterikatan kontrak dengan Barcelona hingga tahun 2021 tiga tahun yang akan datang.