Agar Jadi Anak Pemberani Bagian 2

Kendalikan Emosi Kita

sat-jakarta.com – Bayi sangat peka pada apa yang dirasakan orangtuanya. Bahkan bayi pun bisa “membaca” sorot atau ekspresi mata orangtuanya. Bila Mama sedang bertengkar dengan Papa, bayi pun bisa merasakan “aura jengkel atau kemarahan” yang dipancarkan kedua orang terdekatnya itu. Tak heran bila kemudian ia menjadi rewel, karena merasa tidak nyaman. Alangkah baiknya bila Mama Papa bisa mengendalikan diri dan emosi. Kalau Mama sedang kesal dengan Papa, tenangkan diri dahulu, letakkan bayi di tempat yang aman atau minta orang lain memegangnya dulu, kemudian basuh muka/mandi, minum, dan tersenyumlah. Bila kita sudah tenang barulah dekati si bayi.

Buatlah Si Bayi Tenang

Di dunia barunya, bayi merasa memasuki tempat yang asing. Sebagaimana orang dewasa, bayi pun akan merasakan ketidaknyamanan di tempat yang asing. Untuk itu, Mama Papa perlu sering memeluk dan mengajaknya berkomunikasi. Bayi, sangat mengenal irama detak jantung dan suara mamanya, juga suara papanya (bila selama kehamilan Papa sering mengobrol dengan Mama, apalagi bila sering mengajak janin bercakap-cakap). Dengan mendengar suara Mama, mendapat sentuhan dan pelukan, maka bayi kembali berada di zona nyamannya.

Jadi, jangan heran bila bayi berhenti menangis ketika didekap mamanya sambil diajak bicara. Bukan berarti ia mengerti apa yang dikatakan mamanya, melainkan suara yang dikenalnya ini yang menenteramkannya. Dengan demikian tidak ada istilah bau tangan kalau sering mengendong bayi. Justru hal ini baik demi membangun rasa amannya. Prinsipnya, bila bayi perlu digendong dan didekap, maka lakukanlah. Ketika bayi sudah bisa diturunkan, letakkan ia di tempat tidur dan ajaklah bermain. Demikian pula ketika hendak tidur.

Bukan berarti bayi harus ditimang hingga tertidur, tapi timanglah bayi hingga ia tenang (tenang berarti dia sudah nyaman), lalu letakkanlah pelan-pelan di tempat tidurnya. Usap punggungnya atau tepuklah kakinya perlahan hingga bayi tenang di tempat tidur. Setelah itu lepaskanlah tangan Mama darinya dan biarkan ia tertidur. Bila kita amati dengan baik, tanda-tanda bayi akan terpejam bisa dilihat dengan jelas, sehingga kita bisa memberikan “porsi” yang cukup pada apa yang dibutuhkan bayi dan ia pun tidak akan bergantung pada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *