Amerika Terus Berusaha Menekan China

Amerika Serikat (AS) dan China mengikrarkan pungutan baru atas produk wahid sama lain di awal rekan ini. Belum ada tanda-tanda dengan mengisyaratkan dua negara dengan perekonomian terbesar dunia ini mundur daripada permusuhan dagang yang kian menyengat. Banyak analis memperkirakan ini hendak memukul pertumbuhan ekonomi global. Sebagaimana dikutip Reuters, China menuduh USA melaksanakan bullyisme perniagaan dan tersebut telah mengintimidasi negara lain buat tunduk pada AS.

Kantor pemberitahuan Xinhua mengatakan, China telah mengunjungi kesedian melawan jika perlu. Akan tetapi Beijing tetap membuka pintu guna memulai kembali perundingan perdagangan secara AS. Tarif AS atas barang-barang China senilai US$ 200 miliar dan tarif pembalasan dari Beijing senilai US$ 60 miliar dalam produk AS telah mulai real pada Senin (24/9). “Salah homo risiko yang lebih besar beserta pemberlakuan pungutan ini adalah AMERIKA barangkali akan kehilangan pasar dalam China padahal China adalah rekan yang berkembang, ” kata Scott Brown, Kepala Ekonom Raymond James di St Petersburg, Florida, Amerika Serikat.

Lembaga pemeringkat Moody’s mengeluarkan, tambahan tarif AS pada pendapatan barang China berdampak negatif bagi berbagai sektor di kedua negeri dan dapat menyebar di pendatang sektor-sektor yang ditargetkan kedua semesta. Tarif tambahan ini juga jadi sentimen negatif untuk toko ritel furnitur dan perabotan rumah usul AS. Sebab, data tahun kemudian menunjukkan, lebih dari setengah penghasilan mereka berasal dari China. AMERIKA SERIKAT akan memungut tarif 10% di awalnya, dan naik menjadi 25% pada akhir tahun 2018.

Beijing duga memberlakukan tarif 5% hingga 10% dan memperingatkan akan menanggapi pada setiap kenaikan tarif AS pada produk-produk China yang sesuai. Kedua faksi telah saling melemparkan “bom” dinamakan tarif impor senilai US$ 50 miliar barang impor ke mono sama lain. AS akan menjadikan tarif 10% pada awalnya, bertambah menjadi 25%, akhir tahun 2018. Selama Beijing telah memberlakukan tarif 5% hingga 10% dan memperingatkan bakal menanggapi setiap kenaikan tarif dibanding AS pada produk China nun dibutuhkan AS.

Untuk konsumen USA, tarif impor baru berarti tersedia kenaikan harga untuk produk China. Mulai dari mesin penyedot debu sampai perlengkapan teknologi seperti modem & router internet. Menurut penelitian ter-gres Iowa State University, pebisnis maizena, kedelai, dan babi AS secara terpusat di Iowa akan kemudaratan pendapatan antara US$ 1, 68 miliar-US$ 2, 2 miliar. Provisional barang-barang AS yang ditargetkan Beijing termasuk gas alam cair serta jenis pesawat tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *