Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 28%

Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 28%

JAKARTA. Kinerja PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pada semester I 2018 tertopang portofolio kredit mobil dan motor. Adira berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp 18,4 triliun atau tumbuh 28% secara year on year (yoy). Bila dirinci, pembiayaan mobil baru tumbuh 33% menjadi Rp 4,8 triliun dan pembiayaan motor baru naik 20% yoy menjadi Rp 6,6 triliun. Pada semester kedua ini, manajemen Adira Finance optimistis bisa mengejar target pembiayaan bisa naik 5%– 10% dari realisasi akhir 2017 yang sebesar Rp 32,7 triliun. “Kondisi pasar yang positif mendukung pertumbuhan bisnis kami,” kata Hafi d, Jumat (27/7). Pertumbuhan pembiayaan ini menopang laba bersih Adira di semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp 874 miliar atau meningkat 28% yoy. Hafi d bilang, dengan pembiayaan baru yang meningkat membuat pendapatan bunga yang diraih terkerek naik 12% yoy menjadi Rp 5,2 triliun di semester I 2018.

Hal lain yang mendorong kenaikan laba ialah strategi diversifi kasi pendanaan yang membuat beban bunga turun 3% menjadi Rp 2 triliun di paruh pertama 2018. “Kedua hal ini menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 3,2 triliun atau naik 23% secara yoy,” kata Hafi d. Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan, dengan kondisi kenaikan suku bunga acuan saat ini komposisi sumber pendanaan Adira Finance akan sedikit berubah. Obligasi akan lebih dominan ketimbang pinjaman dari perbankan. Namun, hal ini juga masih bergantung pada kondisi pasar. Apalagi, jika dihitung saat ini biaya bunga pendanaan yang bersumber dari obligasi terhitung lebih murah. “Untuk tenor di bawah satu tahun bisa lebih murah obligasi 100 sampai 150 basis poin (bps) dari pinjaman perbankan,” jelas Made. Pada semester kedua ini, Adira Finance juga akan kembali menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun. Sementara pada kuartal I 2018, Adira Finance telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,63 triliun melalui obligasi berkelanjutan IV tahap II dan sukuk mudharabah III tahap II senilai Rp 490 miliar. Pada kuartal selanjutnya, Adira Finance juga telah memperoleh pinjaman sindikasi sebesar US$ 300 juta dari sejumlah investor Singapura, Jepang dan Taiwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *