Multifinance Merambah Pasar Luar Jawa

Penyaluran kredit multifinance menunjukkan perlambatan hingga tujuh bulan pertama tahun ini. Meski begitu,sejumlah perusahaan pembiayaan optimistis bisa mencetak pertumbuhan sesuai target. Penambahan jaringan menjadi strategi.

Multifinance memilih mengerek pembiayaan di beberapa wilayah di luar Jawa seperti Sumatra dan Kalimantan yang naik lebih tinggi ketimbang pertumbuhan secara nasional. Pada Juli 2018, porsi piutang pembiayaan di luar Jawa berkontribusi 31,6%. Tetapi pada periode sama di tahun ini, kontribusi terkerek menjadi 33%. Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, kontribusi pembiayaan di luar Jawa meningkat, terdorong kenaikan harga komoditas.

Dampak tren harga komoditas ini berdampak baik bagi multifinance yang menyasar pasar korporasi atau ritel. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menjelaskan, tren positif pada pergerakan harga komoditas menjadi pendorong pembiayaan alat berat oleh nasabah korporasi.

Selain pasar korporasi, permintaan dari pasar ritel di daerah juga ikut menggeliat. Maka untuk memaksimalkan tren ini, MTF akan membuka cabang baru di Medan dan Pekanbaru di separuh II tahun ini. Cara lain yang disiapkan MTF mendorong pembiayaan di sisa tahun ini adalah menggenjot pembiayaan kendaraan penumpang.

Terkerek komoditas
Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo Harjanto menyebut, tren pembiayaan multiguna di perusahaan ini tumbuh menggembirakan di 2018. MTF akan mendorong segmen ini demi memenuhi target. “Pembiayaan multiguna terus tumbuh saat ini rata-rata penyaluran Rp 70 miliar per bulan,” kata Harjanto, Kamis (20/9). Sepanjang 2018, MTF memasang target pembiayaan sebesar Rp 24 triliun. Sementara realisasi Juli 2018 sekitar Rp 16,4 triliun. Direktur BFI Finance Indonesia Sudjono bilang, segmen pembiayaan mobil bekas masih bakal jadi andalan dalam menyalurkan kredit.

Maklum, kontribusi dari segmen ini mencapai 70% dari total portofolio kredit. BFI Finance akan mengoptimalkan segmen pembiayaan alat berat yang terangkat lantaran kenaikan harga komoditas. Peningkatan pembiayaan juga terasa di pembiayaan kendaraan bermotor, baik roda empat dan roda dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *