Wirausaha Mengubah Hidup Dwi Murahati

Menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI) bukanlah sebuah impian maupun cita-cita semua orang. Hal ini pula yang terjadi pada sosok Dwi Murahati. Sosok Ibu dua orang anak ini terpaksa menjadi seorang BMI karena pilihan hidup yang sulit. Perjuangannya menjadi BMI merupakan sebuah pengorbanan seorang ibu bagi kedua anaknya. Impiannya sangat sederhana, Beliau hanya menginginkan kedua anaknya lulus jenjang pendidikan untuk mendapatkan masa depan yang cerah. Terlahir dari keluarga yang sederhana, perempuan yang lahir pada 16 Agustus 1962 di Blora Jawa Tengah ini memiliki keluarga yang sangat harmonis.

Wirausaha Mengubah Hidup

Sejak kecil Beliau telah terbiasa bekerja membantu pekerjaan orang tuanya, mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga pekerjaan di sawah pun dilakoninya. Namun pada saat itu, aspek pendidikan belum menjadi pertimbangan utama bagi keluarganya. Akibatnya, sosok Dwi Murahati kecil sangat kesulitan untuk mengenyam bangku pendidikan walaupun minat dan hasratnya terhadap pendidikan sangat tinggi. Saat itu dirinya belum memiliki asuransi pendidikan anak terbaik itulah sebabnya dia merasa kesulitan untuk bersekolah.

Perjuangannya untuk bersekolah selalu mendapat tentangan keras dari kedua orang tuanya. Namun akhirnya Beliau dapat bersekolah, dan ternyata Beliau adalah salah satu murid paling pintar dan teladan, hal ini terbukti dari beberapa lomba yang diikutinya selalu mendapat juara satu mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Semangatnya untuk bersekolah tidak pernah surut, Beliau pun melanjutkan sekolah ke tingkat SMP dan lulus SMEA pada tahun 1982, namun dengan perjuangan yang berat. Setelah lulus, Beliau langsung ke Jakarta untuk bekerja, dan tidak lama pindah ke Surabaya. Di Surabaya selain bekerja Beliau juga telah menikah dan melahirkan dua orang anak. Namun kebahagiaan tersebut telah terenggut secara tiba-tiba karena insiden kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya suami Ibu Dwi Murahati.

Kesedihan tidak lantas membuat Beliau lupa akan tugas dan perannya sebagai ibu bagi kedua anaknya. Harus menjadi tulang punggung keluarga dan demi mencukupi semua kebutuhan kedua anaknya, Ibu Dwi Murahati terpaksa menjadi seorang pekerja yang sangat keras.

Hingga pada akhir tahun 1999 Beliau merantau ke Negeri Malaysia, dan pada tahun 2003 akhirnya Beliau memutuskan menjadi BMI di Hongkong. Selain menjadi BMI, mulai tahun 2005 Beliau juga telah menjalankan toko jual beli secara online. Pada tahun 2011 Beliau mulai mengenal dan bergabung bersama Program Mandiri Sahabatku di Hongkong. Selain itu, Beliau juga mulai mengikuti kuliah online entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra di Surabaya. Melalui pembelajaran-pembelajaran entrepreneurship tersebut, Beliau mulai mempelajari ilmu tentang kewirausahaan, dan dari situlah mindset Beliau mulai terbentuk. Beliau telah memiliki pemikiran serta rencana untuk membuka dan mendirikan bisnis ritel berupa BMI MART yang akan dilengkapi dengan kuliner. Tentunya bisnis ini sekaligus akan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Salah satu kebanggaan dan kebahagiaannya saat ini adalah telah berhasil menyekolahkan kedua anaknya hingga ke jenjang universitas. Pada September 2012 anak pertamanya telah di wisuda, dan saat ini anak keduanya telah menjadi mahasiswi di kampus UNAIR, Surabaya. Keberhasilannya ini merupakan buah tekad dan kerja keras yang selama ini selalu menjadi prinsipnya. Jalan kehidupan yang sulit dan keras tidak pernah menyurutkan semangatnya. Salah satu hal yang ditekankan oleh Beliau adalah, “Bahagia itu tidak harus banyak uang dan harta, tapi dari seberapa besar rasa syukur”, tutup Ibu Dwi Murahati.

Artikel lain baca di : https://mazariegos.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *