Zat Besi Hewani Lebih Mudah Diserap

originals.id – Masuk usia 6 bulan, kecukupan zat besi pada bayi alasan dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi. Zat besi yang dapat terserap oleh tubuh melalui makanan kurang lebih sebanyak 10% per hari. Agar penyerapannya maksimal, disarankan makanan yang dikonsumsi bayi mengandung zat besi sebanyak 8—10 mg per hari. Pilihlah bahan nakanan yang tepat karena tidak semua bahan makanan merupakan sumber zat besi yang sesuai dengan tahapan perkembangan saluran cerna bayi.

Zat besi yang berasal dari bahan makanan hewani lebih mudah diserap oleh tubuh, seperti: daging sapi dan sumber hewani lainnya (hati, telur, ikan), bila dibandingkan dengan bahan makanan sumber nabati, seperti: tahu, kacang-kacangan, sayuran hijau (bayam), roti gandum, dan lain-lain. Selain itu, ada beberapa zat gizi yang dapat membantu penyerapan zat besi agar lebih maksimal, di antaranya: asam askorbat (vitamin C), dan zink. Namun, ada pula beberapa bahan makanan yang mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi, semisal teh.

Ubi Merah Kaya Gizi

Ketika mulai dikenalkan dengan MPASI, salah satu sumber karbohidrat yang dapat diperkenalkan adalah umbi-umbian. Ada beberapa kelebihan umbi-umbian dibandingkan bahan makanan lainnya. Berikut kelebihan umbi merah:

* Kaya prebiotik yang berguna untuk membantu stimulasi pertumbuhan bakteri baik probiotik, Bi­ dobacteria, dan Lactobacili di dalam usus. Berkat para bakteri baik tersebut, daya tahan usus terhadap serangan mikroorganisme penyakit pun meningkat.

* Kaya betakaroten, yakni 2.900 mkg (9.675 SI). Semakin warna jingganya pekat, maka semakin tinggi juga kadar zat betakaroten yang menjadi bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.

* Kaya vitamin A dan E sehingga dapat mengoptimalkan produksi hormon melatonin. Bermanfaat untuk meningkatkan ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga.

Kasihan, Si Kecil Susah Pup

Apakah bayi sering rewel dan mengerang kesakitan sewaktu pup? Apakah tinjanya tampak kering dan berbentuk butiran kecil-kecil? Bila ya, berarti si kecil mengalami sembelit alias sulit buang air besar. Bahkan, ada pula yang disertai darah pada tinja ataupun terdapat cairan yang keluar di antara tinja dan rektum. Sembelit yang terjadi pada bayi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni fungsional dan patologis.

Penyebab fungsional adalah ketidakseimbangan dalam mengonsumsi makanan, seperti kurangnya komposisi serat dan air. Karena itulah, sembelit seringkali terjadi terhadap bayi yang telah mulai diperkenalkan pada makanan tambahan. Sedangkan maksud dari sembelit yang disebabkan oleh patologis adalah sebuah kelainan pada sistem metabolisme tubuh bayi. Contohnya, kelainan di syaraf beberapa bagian dari segmen usus ( hirschsprung), gerakan remas usus ( peristaltik ) yang belum sempurna dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *